Info Beasiswa Di Malang

Untuk UB(Universitas Brawijaya) Klik DISINI
Untuk UMM(Universitas Muhammadiyah Malang) Klik DISINI
 Untuk UM(Universitas Negeri Malang) Klik DISINI

Untuk yang lainnya menyusul ya masih cari info he....
Baca Selengkapnya...

Berfikir Benar,Berfikir Positif | AIC MAN 1 MADIUN

Pikiran positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter. Ini juga berarti bahwa kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang, lebih berani menghadapi tantangan, dan melakukan hal-hal yang hebat. Pikiran positif tak akan membuat kita berhenti karena keterbatasan atau kelemahan kita, namun pikiran positif justru akan membuat kita mencari kekuatan kita hari demi hari.

Kita tak perlu ragu-ragu akan kemampuan kita. Kita harus percaya pada kemampuan kita. Harga diri yang kita miliki seharusnya bisa membuat kita kuat dan terus bersikap positif. Kita juga seharusnya tak pantas untuk menjadikan "Membuat alasan" sebagai kebiasaan kita. Sikap seperti ini tak akan bisa membuat kita menjadi pemenang dalam hidup ini. Sikap seperti inilah yang akan membunuh ambisi, melemahkan kemauan, dan membahayakan diri kita sendiri.

Orang-orang yang terus menerus dikelilingi oleh ketakutan tak tahu betapa banyaknya pikiran-pikiran negatif yang mempengaruhi mereka tiap harinya. Mereka membatasi diri mereka sendiri dengan sugesti bahwa keterbatasan mereka menghalangi mereka untuk sukses, dan mereka juga percaya bahwa diri mereka tidak berharga. Mereka tidak berfikir bagaimana caranya agar sukses, tapi mereka justru berfikir bagaimana mereka bisa gagal.

Pernakah anda mendengar Washington Irving? Irving adalah seorang sastrawan Amerika yang terkenal dengan karyangya yang berjudul "The Legend of Sleepy Hollow". Suatu ketika, Washington Irving pernah diminta untuk memimpin suatu acara makan malam untuk kedatangan Charles Dickens, namun dia merasa bimbang dan yakin bahwa dirinya tak akan berhasil. Irving ditunjuk sebagai seorang pemimpin perjamuan, dan akhirnya dia menerima tugas tersebut.

Tapi, Irving terus menerus mengatakan bahwa dia takut jika dia akan gagal. Saat malam perjamuan tiba, Irving membuat pembukaan yang bagus, tapi tiba-tiba dia berhenti menutup pembicaraanya. Ketika dia duduk, dia berbisik pada teman di sebelahnya, "Sudah saya bilang,saya pasti gagal....dan itu baru saja terjadi!"

Cara berfikir Irving tersebut adalah alasan mengapa ia gagal.Seandainya ia berfikir bahwa dia pasti bisa,bukan pasti gagal,maka saya yakin kejadiannya tidak akan seperti itu.

Dalam membangun kebiasaan berfikir positif -dengan hanya melihat yang terbaik dalam diri Anda dan orang lain, percaya bahwa Anda mampu melakukan hal-hal besar-perlu ditekankan bahwa pikiran kita memang suatu hal yang akan menentukan keberhasilan kita. Apa yang Anda lakukan kemarin menentukan diri Anda hari ini, dan apa yang Anda lakukan hari ini akan menentukan jadi apa Anda besok.

Coba tanyakan pertanyaan berikut:Apakah Anda mendapat manfaat dari berfikir negatif? Apakah Anda ingin memikirkan sesuatu yang akan menghambat diri Anda untuk melakukan hal-hal hebat? Apakah Anda menginginkan pikiran negatif yang pasti akan membawa ketidakpuasan,kesedihan, dan kegagalan?

Jika Anda seperti saya,pasti jawaban Anda untuk semuat pertanyaan tersebut adalah "Tidak".Namun jika tidak waspada, pikiran semacam itu akan menyelundup masuk ke dalam kepala Anda . Caya yang terbaik untuk mencegahnya adalah dengan terus mengisi pikiran kira dengan pikiran positif,dengan berfikir bahwa kita adalah bagian dari ciptaan tuhan yang hebat, yang punya kemungkinan tak terbatas, yang terus tumbuh baik secara mental,maupun spiritual,serta terus berjalan menuju keberhasilan.

Memang sulit untuk terus berfikir positif ketika keadaan  kita berlawanan dengan mimpi-mimpi kita.Namun,ketika kita membiasakan diri untuk terus berfikir positif, maka kebiasaan tersebut akan menjadi suatu daya tarik bagi kita. Pikiran baik kita lama kelamaan akan menjadi pikiran besar, sehingga kita akan bisa melakukan hal-hal yang kelihatannya mustahil.
Baca Selengkapnya...

Pemuda Idaman Versi Islam | AIC MAN 1 MADIUN

Jika kita lihat pergaulan sebagian anak-anak remaja sekarang,tangannya tidak jauh dari batangan yang mengepulkan asap(rokok),dikiranya itulah pemuda yang mengikuti trend dan pemuda yang gaul. Pulang sekolah selalu diisi dengan nongkrong-nongkrong di warung atau kios,dikiranya itulah pemuda masa kini.Sayang sekali jika masa remaja yang merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan dugunakan untuk hal yang sia-sia. Masih banyak harapan yang ditumpukan pada para pemuda karena pemuda (pelajar) adalah generasi penerus bangsa.
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kami di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu"(QS.Al-Hujurat[49:13)
Islam tidak melarang juga pemuda muslim untuk berpenampilan keren,karena Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan selama masih dalam koridor yang benar.Tetapi boleh bukan berarti harus,kita juga dituntut untuk cerdas dalam arti mampu menjadikan Rasulullah saw yang juga banyak kategori pemuda muslim idaman.

     Contohnya Mushab bin Umair,seorang pemuda muslim yang jadi duta pertama guna membuka dakwah pertam kalinya di Madinah.Belia dibesarkan di tengah keluarga quraisy terkemuka. Wajahnya tampan,hidupnya mewah, hidupnya serba berkecukupan, dan selalu menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan.Wajar saja kalau beliau menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah.Beliau memang keren,tapi lebih keren lagi ketika beliau meninggalkan kehidupan yang Glamour agar bisa memeluk Islam.Sampai Rasulullah saw berkata:
"Dahulu saya lihat Mush'ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orangtuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepad Allah dan rasul-Nya."

     Selain Mushab,ada sahabat Ali bin Abi Thalib r.a Beliau termasuk salah satu khulafaur Rasyidin. Di usianya yang sangat muda (8 tahun) dia sudah masuk Islam.Bahkan berani menghadapi bahaya dengan menggantikan posisi tidur Rasulullah saw yang akan dibunuh orang-orang kafir saat peristiwa hijrah. Dan masih banyak sahabat Rasulullah saw, yang layak disebut pemuda muslim idaman.

    Menjadi pemuda muslim idaman itu tidak perlu menyusahkan diri sendiri dengan kehidupan yang serba glamour atau menjadi orang lain untuk bisa diakui publik.Menjadi pemuda muslim idaman itu yang penting bisa menjadi diri sendiri dengan selalu meningkatkan keimanan,ilmu,dan wawasan kita sehingga kita selalu siap dengan tantangan yang terus menghadang.Walaupun tantangan menghadap tetap kita hadapi dengan riang untuk mendapatkan hasil yang gemilang.
Baca Selengkapnya...

11 cara Jitu Mempertahankan Daya Ingat | AIC MAN 1 MADIUN

 Mungkin banyak diantara kita yang tidak menyadari adanya gangguan pada daya ingat kita hingga saat kita menyadarinya, biasanya keadaan itu sudah berkembang dengan tingkat yang lumayan berat.

Namun tak perlu khawatir, para ahli setuju banyak diantara kita dapat memelihara daya ingat saat usia bertambah dan lebih mudah ketika Anda menerapkan teori dalam praktek, itu lebih baik. Sehingga berhentilah mengkuatirkan sesuatu dan cobalah beberapa tips berikut ini untuk mendapatkan daya ingat lebih baik.

1. Olah raga. Kegiatan fisik membuat jantung memompa dan otot bergerak-bahkan hanya dengan jalan kaki sehari-hari akan meningkatkan supply darah dan nutrisi ke otak.

2. Tidur yang cukup. Keletihan akan menggangu informasi yang telah kita simpan, begitu juga kemampuan Anda untuk mempelajari sesuatu yang baru. Tetapi tidur yang cukup di malam hari akan membantu daya ingat Anda berfungsi.

3. Hati-hati dengan suplemen. Banyak klaim dibuat tentang kehebatan vitamin C, E suplemen herbal ginkgo biloba untuk meningkatkan daya ingat, tetapi para ilmuwan tidak dengan suara bulat mengakui khasiat suplemen tersebut. Alih-alih, dapatkan vitamin yang Anda perlukan melalui cara makan yang sehat dan konsultasi ke ahli diet atau dokter sebelum mencoba suplemen tersebut.

4. Mengontrol stress. Stres membuat Anda berpikir tidak jelas dan dapat menggangu daya ingat yang baik. Sementara sumber stress mungkin diluar kontrol Anda, Anda dapat mengajari tubuh untuk merespon situasi secara berbeda dengan latihan yoga atau therafi relaksasi.

5. Mengobati depresi. Jika Anda memiliki masalah daya ingat dengan insomnia dan merasa gelisah dan putus asa, Anda mungkin menderita depresi. Ketika situasi ini diobati dengan efektif, daya ingat Anda seharusnya membaik.

6. Mengawasi pengobatan. Beberapa antidepressant, antihistamin dan obat-obat darah tinggi dapat melemahkan daya ingat. Jika Anda menemukan masalah ini, berbicaralah ke dokter Anda. Jangan pernah berhenti menerima resep obat tanpa nasehat medis.

7. Lakukan berulang. Katakan sesuatu dengan keras dan ulangi beberapa kali akan membantu untuk mengingat.

8. Permainan. Untuk merangsang daya ingat cobalah untuk mencoba permainan seperti catur atau scrabble.

9. Terus belajar. Belajar bahasa baru, mengikuti kursus dan menghadiri perkuliahan adalah salah satu cara untuk mengasah daya ingat.

10. Belajar dengan angka. Mengingat nomor telepon, nomor kartu kredit atau passward adalah cara untuk tetap menumbuhkan daya ingat Anda.

11. Belajar konsentrasi. Duduk di dapur dan buatlah daftar dalam pikiran Anda tentang segala sesuatu yang ad di tempat tidur. Tujuan dari latihan ini untuk membangun perhatian dan konsentrasi dengan memfokuskan pada sekitarnya. Selamat mencoba!
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Musik pada Anak | AIC MAN 1 MADIUN


Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".
Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.
"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.
Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.
Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi".
Baca Selengkapnya...

Maafkanlah, Kau akan tenang | AIC MAN 1 MADIUN

 Saudaraku seiman,
Perjuangan dalam islam memang sulit, waktu yang panjang, dan terjal. Walau bagaimanapun, jalan islam merupakan suatu tujuan. Oleh karena itu, ia membutuhkan pejuang-pejuang islam yang sabar dalam setiap kondisi yang menyakitkan baginya. Ia harus tetap menjalankan misi ini walau harus dikucilkan. Ditengah jalan, nanti akan dijumpai banyak celaan, cemoohan, yang terkadang membuat kita ciut untuk menjalaninya.

Terkadang kesabaran pun ada batasnya. Oleh karena itu, disini kita diperingatkan oleh hikmah atau pelajaran dari kisah Nabi SAW yang sedang berdakwah di Thaif. Saat Nabi berdakwah dengan cara layyinan atau lemah lembut, tapi penduduk Thaif membalasnya dengan lemparan batu-batu dan kotoran unta. Misalkan, jika kita yang dilempari penduduk itu, apa yang akan kita lakukan ? Mungkin, kita akan marah dan akan mengadu kepada Allah agar segera mengadzab mereka. Begitupun malaikat yang tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Malaikat itu meminta kepada nabi agar di-adzab-lah penduduk itu.

Tapi pa yang diucapkan oleh seorang perintis dakwah islam ini ? Jangan !!! mereka hanya belum tahu. Dan rasul berdoa, kurang lebihnya seperti ini : “Ya Allah, jadikan dari tulang sulbi mereka nantinya yang akan menguatkan agama ini. Apakah oleh Allah langsung dijawab saat itu ? Tidak, tapi Allah menjawab saat wafatnya nabi. Ketika nabi wafat, orang-orang pinggiran madinah itu murtad, kecuali orang-orang Thaif. Hanya akidah mereka yang tak tergoyahkan Karena doa nabi Saw tadi.

Saudaraku,

Kisah tadi membuktikan bagaimana efek kesabaran dan memaafkan. Dakwah yang disebarkan tidak harus melalui kekerasan. Selama jalan hikmah masih bisa. Memaafkan orang itu sulit sekali. Apalagi terhadap orang yang kita benci. Untuk memaafkannya saja, kita membutuhkan beberapa waktu lamanya. Apa ini mencerminkan criteria seorang pejuang dakwah ? Memaafkan itu memang terkadang gengsi kita jatuh. Ketika ada orang kaya yang melakukan kesalahan pada orang miskin, misalnya. Orang kaya itu tidak akan meminta maaf terlebih dahulu. Karena gengsinya yang besar itu, sehingga ia menutupi hatinya untuk meminta maaf kepada seorang miskin tadi. Memaafkan itu jauh lebih nyaman. Jika kita salah, meminta maaflah terlebih dahulu. Jika kita benar, meminta maaflah terlebih dahulu juga. Kita merasa indah jika memafkan. Janganlah ada dendam dalam diri setiap pejuang islam. Memaafkan merupakan sifat yang harus dimiliki olehnya. Hilangkan kalimat yang bisa memecahbelah umat ini. Jangan sampai ada dalam diri kita itu terucap : “Tiada maaf bagimu”. Naudzubillah

Empat kata yang sulit untuk diucapkan, namun efeknya yang mengguncang dunia. “…..dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu ? (An-Nur : 22). Nabi bersabda : Sesungguhnya seorang hamba hanya bisa meraih derajat orang yang banyak melaksanakan puasa dan qiyamulail, dengan sifat pemaaf. Subhanallah !!! Bergembiralah kalian wahai pejuang islam, derajat kita hampir sama dengan orang yang berpuasa dan sedang qiyamulail, jika kita memaafkan.

Wahai saudaraku….

Ingatlah diri kita. Darimana kita berasal ? Dari apa kita terbuat ? Merasa hinakah dengan apa kita lahir ? Pahami dan renungkan. Mengapa kita sampai tega mengutuk orang-orang yang tidak mau bergabung dengan kafilah kita. Atau lebih parah lagi kita tidak mau memafkan mereka. Tidakkah kita tahu, semulia-mulianya diri kita masih ada Allah yang lebih mulia dari kita. Lantas, mengapa kita tidak sanggup mengucapkan kata maaf kepada orang yang telah bersalah kepada kita, sedangkan Allah dengan mudah memaafkan hamba-Nya. Bahkan lautan maaf Allah lebih luas dari lautan di dunia ini.

Ingatlah juga oleh diri kita pribadi. Agama ini akan runtuh jika kita bercerai-berai. Manusia disana memusuhi manusia lainnya. Tidak ada persatuan yang mem-background diri mereka. Memaafkan itu adalah cikal bakal dari persatuan dan kesolidan yang sulit duruntuhkan oleh umat manapun. Tanpa kata maaf, bukan hanya agama ini yang hancur, melainkan seluruh alam akan seperti yang diprediksikan oleh malaikat sewaktu Allah menciptakan adam, pertumpahan darah. Sebelum emosi memuncak, maafkan dan peluklah saudaramu. Katakan pada mereka : Maafkan aku sobat !

Saudaraku,

Agama ini butuh orang-orang yang lapang dada, sabar dan pemaaf. Jika islam berdiri, tiada pertumpahan darah. Islam akan memaafkan musuh-musuhnya, seperti saat Fathul Makkah.

Saudaraku seiman,

Maafkanlah, maka semuanya akan tenang.



Baca Selengkapnya...

Cinta Dalam Islam | AIC MAN 1 MADIUN

Ketika perang Qadisiyyah meletus, Khalifah ‘Umar bin Khattab menulis surat kepada panglimanya, Sa‘ad bin Abi Waqqas, supaya menaklukkan Hilwan, sebuah propinsi di Irak. Maka dikirimlah 300 personel kavaleri di bawah komando Nadhlah bin Mu‘awiyah al-Ansari. Hari itu, setelah dengan mudah menguasai seluruh propinsi, mereka menyaksikan suatu kejadian luar biasa. Saat itu masuk waktu maghrib dan Nadhlah pun naik ke sebuah tempat yang agak tinggi di lereng bukit untuk mengumandangkan azan. Anehnya, setiapkali Nadhlah selesai mengumandangkan kalimat azannya, spontan terdengar suara seseorang menjawabnya. “Allahu akbar!” laung Nadhlah, “Kabbarta kabiran, ya Nadhlah!” sahut orang itu. “Asyhadu alla ilaha illa Allah” dijawab dengan “Kalimatul ikhlas, ya Nadhlah!”. Lalu ketika dilaungkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, suara misterius itu menyahut, “Huwa ad-dinu,

wa huwa alladzi basysyarana bihi ‘Isa ibnu Maryam ‘alayhima as-salam, wa ‘ala ra’si ummatihi taqumu as-sa‘ah!” Nadhlah menyambung azannya, “Hayya ‘ala ash-shalah!” lalu dijawabnya, “Thuba liman masya ilayha wa waazhaba ‘alayha!”, sedangkan “Hayya ‘ala al-falah!” dijawab dengan “Qad aflaha man ajaaba Muhammadan shallallahu ‘alayhi wa sallam, wa huwa al-baqa’ li ummatihi”. Dan laungan “La ilaha illa Allah” disambut dengan “Akhlashta al-ikhlash, ya Nadhlah, faharrama Allah jasadaka ‘ala an-naar!”

Selesai azan, Nadhlah yang tentu saja tidak gentar, meskipun cukup heran, lantas berseru: “Siapakah engkau, hai orang yang dikasihi Allah!? Apakah engkau Malaikat, jin penghuni di sini, atau seorang hamba Allah (dari golongan manusia)? Engkau telah memperdengarkan pada kami suaramu, maka tunjukkanlah pada kami dirimu! karena kami ini datang atas perintah Allah dan Rasulullah saw. dan atas instruksi Umar bin Khattab!” Lalu tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi kemudian bukit itu terbelah, dan dari situ muncul seorang berambut dan berjenggot serba putih. Setelah memberi salam, orang misterius tersebut memperkenalkan dirinya: “Saya Zurayb bin Bartsamla, orang yang disuruh tinggal di bukit ini oleh hamba yang saleh ‘Isa bin Maryam alayhima as-salam dan didoakan oleh beliau dapat berumur panjang untuk menunggu turunnya beliau dari langit, dimana beliau akan memusnahkan babi, menghancurkan salib dan berlepas diri dari agama kaum Nasrani (yatabarra’ mimma nahalathu an-nashara).”

Kisah sejarah ini diriwiyatkan oleh Syaikh Muhyiddin Ibnu ‘Arabi dalam kitabnya, al-Futuhat al-Makkiyyah, bab 36 (fi ma‘rifat al-Isawiyyin wa aqthabihim wa ushulihim). Lalu apa relevansi kisah tersebut? Menurut Ibnu Arabi, berdasarkan riwayat ini jelas sekali bahwa pengikut Nabi Isa yang murni tidak hanya mengimani kenabian Muhammad saw. tapi juga beribadah menurut syari‘atnya. Ini karena dengan kedatangan sang Nabi terakhir, syari’at agama-agama sebelumnya otomatis tidak berlaku lagi. Fa inna syari‘ata Muhammad saw. naasikhah!, tegas Ibnu Arabi, seraya mengutip hadis Rasulullah,

“Law kana Musa hayyan ma wasi‘ahu illa an yattabi‘ani).”

“Seandainya Nabi Musa hidup saat ini, maka beliau pun tidak dapat tidak mesti mengikutiku”

Di sini nampak cukup jelas sikap dan posisi Ibnu Arabi terhadap agama pra-Islam.

Ironisnya, sejak beberapa dekade yang lalu hingga sekarang, tokoh Sufi yang berasal dari Andalusia ini oleh sementara ‘kalangan’ acapkali ‘diklaim’ sebagai pelopor gagasan Islam inklusif. Nama beliau kerap ‘dicatut’ untuk menjustifikasi ide pluralisme agama. Tidak hanya itu, Syaikh tasawuf ini bahkan ‘dijadikan bemper’ untuk melegitimasi asumsi para penganut ‘agama perennial’ (religio perennis) bahwa dalam aspek esoteris dan pada dataran transenden, semua agama adalah sama, karena semuanya sama benarnya, sama sumbernya (Tuhan), dan sama misinya (pesan moral, perdamaian, dsb).

Dengan kata lain, seperti diungkapkan oleh Nurcholish Madjid (dalam kata pengantarnya untuk buku Tiga Agama Satu Tuhan, hal. xix), “Setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama.” Sebagaimana kita ketahui, pemahaman semacam ini dipopulerkan oleh F. Schuon, S.H. Nasr, W.C. Chittick dalam tulisan-tulisan mereka yang kini nampak mulai mendapat tempat di Indonesia. Untuk mendukung klaimnya, biasanya ‘kalangan’ ini mengutip tiga bait puisi Ibn Arabi dalam karya kontroversialnya, Tarjuman al-Asywaq, yang berbunyi: “Hatiku telah mampu menerima aneka bentuk dan rupa; ia merupakan padang rumput bagi menjangan, biara bagi para rahib, kuil anjungan berhala, ka‘bah tempat orang bertawaf, batu tulis Taurat, dan mushaf bagi al-Qur’an. Agamaku adalah agama cinta, yang senantiasa kuikuti kemanapun langkahnya; demikianlah agama dan keimananku.”

Seolah membenarkan asumsinya sendiri (self-fulfilling prophecy), Nasr menyimpulkan bahwa disinilah Ibnu Arabi “came to realize that the divinely revealed paths lead to the same summit” (Lihat: Three Muslim Sages [Delmar, New York: Caravan Books, 1964], hlm.118).

Sekilas memang nampak meyakinkan. Akan tetapi sebenarnya kaum transendentalis [sengaja?] tidak mengemukakan—kalau bukan justru menyembunyikan—fakta bahwa Ibnu Arabi telah menjelaskan maksud semua ungkapannya dalam syarah yang ditulisnya sendiri, yaitu Dzakha’ir al-A‘laq syarh Tarjuman al-Asywaq (ed.Dr.M.‘Alamuddin asy-Syaqiri, Cairo: Ein for Human and Social Studies, 1995, hlm.245-6). Di situ dinyatakan bahwa yang beliau maksudkan dengan ‘agama cinta’ adalah agama Nabi Muhammad saw., merujuk kepada firman Allah dalam al-Quran Ali Imran:31

“Katakanlah [hai Muhammad!], kalau kalian betul-betul mencintai Allah, maka ikutilah aku!—niscaya Allah akan mencintai kalian.”

Dan memang dalam kitab Futuhat-nya (bab 178, fi Maqam al-Mahabbah), Ibn Arabi dengan gamblang menerangkan apa yang beliau fahami tentang cinta dalam ayat tersebut. Berdasarkan objeknya, terdapat empat jenis cinta, kata beliau: (1) cinta kepada Tuhan (hubb ilahi); (2) cinta spiritual (hubb ruhani); (3) cinta alami (hubb thabi‘i); dan terakhir (4) cinta material (hubb ‘unsuri).

Setelah menguraikan tipologi cinta tersebut, Ibn Arabi dengan tegas menyatakan bahwa cinta kepada Tuhan harus dibuktikan dengan mengikuti syari‘at dan sunnah Rasul-Nya saw (al-ittiba‘ li-rasulihi saw. fima syara‘a). Jadi, ‘agama cinta’ yang beliau maksudkan adalah Islam, yaitu agama syari‘at dan sunnah Nabi Muhammad saw., dan bukan ‘la religion du coeur’ versi Schuon dan para pengikutnya itu.

Selain bait puisi di atas, kaum Transendentalis juga giat mencari pernyataan-pernyataan Ibn Arabi yang dapat di‘plintir’ to serve their own purposes. Ini biasanya disertai dengan tafsiran seenaknya yang sesungguhnya merupakan ekspresi ke‘sok tahu’an belaka dan murni reka-reka (conjecture) , sebagaimana terungkap dalam kalimat “perhaps Ibn Arabi would also accept”, “may be that”, “Ibn Arabi might reply” dsb. (Lihat Chittick, “A Religious Approach to Religious Diversity” dalam buku Religion of the Heart: Essays presented to Frithjof Schuon on his eightieth Birthday, ed. S.H. Nasr dan W. Stoddart, Washington, D.C.: Foundation for Traditional Studies, 1991).

Lebih parah lagi—dan ini yang perlu diwaspadai dan dikritisi—adalah praktek menggunting dan membuang bagian dari teks yang tidak mendukung asumsi mereka. Sebagai contoh, ketika mengutip sebuah paragraf dari Futuhat (bab) yang mengungkapkan pendapat Ibnu Arabi mengenai status agama-agama lain dalam hubungannya dengan Islam, Chittick tidak memuatnya secara utuh.

“All the revealed religions (shara’i‘) are lights. Among these religions, the revealed religion of Muhammad is like the light of the sun among the lights of the stars. When the sun appears, the lights of the stars are hidden, and their lights are included in the light of the sun. Their being hidden is like the abrogation of the other revealed religions that takes place through Muhammad’s revealed religion. Nevertheless, they do in fact exist, just as the existence of the light of the stars is actualized. This explains why we have been required in our all-inclusive religion to have faith in the truth of all the messengers and all the revealed religions. They are not rendered null (batil) by abrogation—that is the opinion of the ignorant.” (Lihat: Imaginal Worlds: Ibn Arabi and the Problem of Religious Diversity, New York: State University of New York Press, 1994, hlm.125).

Dengan [sengaja?] berhenti di situ, Chittick memberi kesan seolah-olah Ibnu Arabi menolak pendapat mayoritas kaum Muslimin bahwa semua agama samawi pra-Islam dengan sendirinya terabrogasi dengan datangnya Islam. Padahal maksud pernyataan Ibn Arabi adalah semua agama dan kitab suci yang dibawa oleh para rasul pada zaman dahulu harus diakui kebenarannya dalam konteks sejarah masing-masing—yakni sebelum Nabi Muhammad saw. muncul. Dan ini merupakan bagian dari rukun iman. Akan tetapi tidak berarti bahwa validitas tersebut berkelanjutan setelah kedatangan Rasulullah saw. atau bahkan sampai sekarang. “Nabi Isa pun, seandainya sekarang ini turun, niscaya tidak akan mengimami kita kecuali dengan mengikut sunnah kita [Ummat Muhammad], dan tidak akan memutuskan suatu perkara kecuali dengan syari‘at kita.” (Wa hadza ‘Isa idza nazala ma ya’ummuna illa minna, ay bi sunnatina, wa la yahkumu fina illa bi syar‘ina), demikian tegas Ibn Arabi (Lihat: Futuhat, bab 36).

Lebih jauh, dengan kutipan yang tidak komplit itu Chittick berusaha menggiring pada para pembaca agar meyakini bahwa Ibnu Arabi adalah seorang penganut pluralisme dan transendentalist seperti dirinya.

Sambungan pernyataan Ibnu Arabi yang dipotong oleh Chittick dalam kutipan tersebut di atas berbunyi: “Maka berbagai jalan [agama] semuanya bermuara pada jalan [agama] Nabi [Muhammad] saw. Karena itu, seandainya para rasul berada di zaman beliau, niscaya mereka mengikuti beliau sebagaimana syari‘at mereka ikut syari‘at beliau” (Fa raja‘at ath-thuruq kulluha nazhiratan ila thariq an-Nabiy shallallahu ‘alayhi wa sallama, fa law kanat ar-rusul fi zamanihi latabi‘uhu kama tabi‘at syara’i‘uhum syar‘ahu).

Bagaimana dengan ayat yang mengatakan bahwa Allah telah menciptakan syari‘at dan jalan untuk masing-masing kalian (al-Ma’idah:48)

“Likullin ja‘alna minkum syir‘atan wa minhajan”.

Menurut Ibnu Arabi, kata ganti orang kedua dalam bentuk jamak (“kum”) dalam konteks ayat tersebut merujuk kepada para Nabi, bukan umat mereka. Sebab jika ia ditujukan kepada umat mereka, niscaya Allah tidak mengutus lebih dari seorang rasul untuk suatu umat. Dan jika kata “kalian” disitu difahami sekaligus untuk para rasul serta umat mereka, maka kita telah menta’wilkannya secara gegabah. Jadi maksud ayat tersebut, menurut Ibnu Arabi, bukan membenarkan semua jalan menuju Tuhan, atau menyamakan status semua agama. Sebaliknya, terdapat garis demarkasi yang jelas antara hak dan batil, iman dan kufur, tawhid dan syirik, dst. Kalau tidak, lanjut Ibnu Arabi, niscaya Nabi saw. tidak akan berdakwah mengajak orang masuk Islam, niscaya orang yang pindah agama (yartadid ‘an dinihi) tak disebut kafir (2:217) dan niscaya tidak keluar perintah membunuh orang yang murtad (hadits: “man baddala dinahu fa-qtuluhu”).

Oleh sebab itu, Ibnu Arabi menambahkan, orang Yahudi atau Nasrani yang masuk Islam tidak dikatakan murtad, karena ajaran murni agama mereka memang mengharuskan beriman kepada dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. (Selengkapnya dapat dilihat di Futuhat, bab 495, fi Ma‘rifati hal quthb kana manziluhu “wa man yartadid minkum ‘an dinihi fayamut wa huwa kafir”).
Baca Selengkapnya...
  • description

Video Gallery

  • Peresmian AIC
    Tanggal 15 september 2009 menjadi hari yang bersejarah bagi AIC..